Sekjen PP GP AL Washliyah: Pernyataan AHY Adalah Edukasi Demokrasi, Jangan Diartikan Sebagai Ambisi Politik 2029

JABAR NOW

- Redaksi

Selasa, 8 September 2026 - 15:05 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GP Al Washliyah), H.Saibal Putra, menyayangkan sekaligus membantah keras penilaian Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang menyebut pidato Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai sinyal “pasang kuda-kuda” atau manuver memecah belah koalisi pemerintahan demi Pilpres 2029.

Menurut Saibal, pandangan tersebut sangat tendensius, memojokkan, dan gagal menangkap esensi nilai-nilai kebangsaan yang sedang disampaikan oleh AHY.

Berikut poin-poin penegasan atas tuduhan tersebut:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pernyataan AHY adalah Edukasi Demokrasi, Bukan Syahwat Politik
Apa yang disampaikan oleh AHY mengenai kekuasaan yang memiliki batas waktu dan pergantian kepemimpinan yang damai adalah sebuah refleksi historis sekaligus edukasi politik yang sehat bagi bangsa. Menilai refleksi tersebut sebagai ambisi personal atau sinyal “poros Cikeas” untuk mendahului kontestasi merupakan kesimpulan yang terlalu dipaksakan dan bernada politis.

Komitmen Mengawal Pemerintahan Tetap Solid
Tuduhan bahwa AHY atau Demokrat tidak ikut bertanggung jawab di dalam internal kabinet adalah keliru. Hingga saat ini, Partai Demokrat dan seluruh jajaran kader di pemerintahan tetap bekerja total dan fokus membantu menyukseskan program-program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran. Mengingatkan hakikat demokrasi tidak berarti mengurangi komitmen kerja nyata di dalam satu kapal pemerintahan.

Jangan Membatasi Narasi Kebangsaan demi Ketakutan Kompetisi
Sangat tidak sehat jika setiap ruang pemikiran dan pidato kebangsaan tokoh muda langsung dicurigai sebagai ancaman rivalitas menuju 2029. Justru di tengah situasi yang menantang ini, pemikiran kritis dan pengingat moral atas nilai demokrasi sangat dibutuhkan agar pemerintahan tetap berjalan di koridor yang berpihak kepada rakyat.

“Kami meminta semua pihak, khususnya elit parpol koalisi, untuk menjaga kedewasaan dalam berpolitik. Jangan cepat merasa gerah atau melempar tuduhan miring hanya karena ada tokoh yang mengingatkan esensi pembatasan kekuasaan dan kedaulatan rakyat. Demokrat tetap berada di garis depan mendukung pemerintahan, namun hak bersuara untuk merawat demokrasi tidak boleh dibungkam,” tegas Saibal. (*)

Berita Terkait

VIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan KapolriVIRAL! Bedah Buku Internasional UI: Karya Mahasiswa S2 Gizi FKM USU Ditetapkan Sebagai Referensi Akademik Banyak Terima Hadiah Atas Prestasinya di Apresiasi Seluruh Mentri dan Kapolri
Pengamat Tegaskan Percakapan Budi Arie Hanya Pengandaian: Jangan Dipelintir Jadi Agenda Politik*
Karutan Rutan Kelas 1 Jakarta buat Gebrakan Dengan Deklarasi Perang Lawan Pungli dan HALINAR melalui Pendekatan yang Humanis
Prof DR Sutan Nasomal Menghimbau Semua Organisasi Pers Melaksanakan Sertifikasi Profesi Wartawan
Prof DR Sutan Nasomal : Bijaksana Mengartikan Londo Ireng Sangat Penting Karena Semua Itu Adalah Saksi Sejarah
Masih Adakah Pers Nasionalis? Ini Jawaban AKPERSI untuk Presiden
Tanpa Rompi, Tanpa Borgol, Eks Jampidsus Jadi Sorotan: PW GP Al Washliyah Desak Transparansi
Kasubag Umpeg Disdikbud Subang Tinjau Langsung Uji Kompetensi Guru di SMPN 4 Subang

Berita Terbaru